Memilih lensa kamera memang seringkali bisa membuat pusing, apalagi bagi kita yang masih minim pengalaman di dunia fotografi.
Hal ini tidak terlepas karena setiap jepretan foto biasanya akan memiliki settingan yang berbeda termasuk dalam hal penggunaan lensa yang dipakai.
Adapun dalam pemakaian jenis lensa ini, salah satu aspek pertimbangannya yaitu berdasarkan dari objek foto yang ingin diambil, misalnya saja objek potrait seperti wajah manusia, landscape pemandangan, bangunan arsitektur, hingga objek yang bergerak seperti hewan liar yang ada di alam.
Beda objek foto tentu diperlukan jenis lensa yang berbeda. Dan jika kita salah pilih lensa, hal ini tentu bisa membuat hasil jepretan foto menjadi kurang maksimal dan bahkan bisa gagal total.
Nah agar tidak salah pilih, lewat artikel ini kita akan coba bahas mengenai rekomendasi jenis lensa dan pengaturan aperture terbaik untuk berbagai skenario fotografi, mulai dari pengambilan gambar portrait, travel, street, wildlife, sport photography, dan beberapa skenario yang lain.
Anggap saja ini panduan santai tapi lengkap sebelum kamu memutuskan beli atau membawa lensa ke sesi pemotretan.
Nah selain itu, untuk lebih memudahkan disini kita akan bagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan objek foto yang ingin diambil.
1. Lensa Terbaik untuk Fotografi Portrait
Pertama yaitu untuk kebutuhan fotografi portrait, dimana lensa dengan focal length sekitar 50mm hingga 100mm menjadi pilihan favorit banyak fotografer.
Rentang ini mampu memberikan kompresi wajah yang terlihat natural, tanpa adanya distorsi berlebihan pada hidung atau bentuk wajah.
Ditambah dengan aperture lebar di kisaran f/1.8 hingga f/2.8, kamu bisa menghasilkan latar belakang blur yang lembut dan fokus tajam di subjek utama.
Kombinasi ini sangat cocok untuk portrait indoor maupun outdoor, baik untuk foto close-up wajah, half body, maupun full body dengan background yang tetap terlihat estetik.
2. Lensa Ideal untuk Memotret Bunga dan Detail Alam
Memotret objek bunga memang membutuhkan lensa yang mampu memisahkan antara subjek dari latar belakang dengan halus.
Pemilihan lensa 70–200mm bisa dipilih karena mampu memberikan kompresi yang indah sekaligus menjaga jarak agar tidak merusak atau mengganggu objek bunga yang sedang dipotret.
Lalu dengan opsi aperture lebar di f/1.8 hingga f/2.8, bokeh yang dihasilkan pun akan terlihat lebih lembut dan artistik.
Lensa jenis ini juga cocok untuk mengeksplor detail kecil di alam tanpa harus terlalu dekat dengan subjek.
3. Lensa Serbaguna untuk Fotografi Travel
Saat kita bepergian untuk traveling, maka kepraktisan bisa dibilang adalah segalanya. Lensa dengan focal length 24–70mm menjadi andalan karena sangat fleksibel untuk berbagai situasi, mulai dari pengambilan objek landscape, street, hingga foto makanan dan portrait ringan.
Aperture di kisaran f/5.6 sampai f/8 cukup ideal digunakan agar foto bisa tetap tajam di berbagai kondisi cahaya.
Dengan satu lensa ini, kamu tidak perlu sering gonta-ganti lensa, sehingga momen penting selama perjalanan tidak akan terlewat.
4. Lensa untuk Fotografi Makro
Fotografi makro fokus pada detail kecil yang sering luput dari mata, seperti tekstur serangga, tetesan air, atau pola unik pada benda sehari-hari.
Untuk kebutuhan ini, lensa macro dengan focal length sekitar 90–105mm menjadi pilihan paling ideal karena mampu menghasilkan perbesaran 1:1 dengan jarak kerja yang nyaman.
Aperture yang disarankan berada di kisaran f/8 hingga f/16. Bukaan ini membantu mendapatkan depth of field yang sedikit lebih luas, sehingga detail subjek terlihat lebih jelas dan tidak hanya tajam di satu titik saja.
Dalam fotografi makro, cahaya dan kestabilan kamera sangat penting, sehingga penggunaan tripod atau tambahan lighting sering kali menjadi kombinasi yang pas agar hasil foto tetap tajam dan bersih.
5. Lensa untuk Fotografi Olahraga
Fotografi olahraga menuntut kecepatan, baik dari sisi fotografer maupun peralatan yang digunakan. Lensa dengan focal length 70–200mm atau 300mm sangat cocok untuk menangkap aksi atlet dari jarak jauh tanpa kehilangan momen penting.
Rentang ini memberi fleksibilitas untuk berbagai jenis olahraga, mulai dari sepak bola, basket, hingga balap motor.
Aperture lebar di kisaran f/2.8 hingga f/4 sangat membantu untuk membekukan gerakan cepat dan menjaga kecepatan shutter tetap tinggi, terutama di kondisi cahaya yang kurang ideal.
Selain itu, bukaan besar juga membuat subjek lebih menonjol dari latar belakang, sehingga foto terlihat lebih dramatis dan fokus pada aksi utama di lapangan.
6. Lensa Favorit untuk Street Photography
Street photography biasanya akan menuntut kecepatan dan kepekaan terhadap momen yang ingin diambil.
Nah untuk mengatasi hal tersebut, pemilihan lensa 35–50mm dianggap paling natural karena sudut pandangnya mendekati cara mata manusia melihat. Settingan aperture di f/2.8 hingga f/4 cukup fleksibel untuk kondisi cahaya jalanan yang dinamis.
Ukuran lensa yang relatif kecil juga membantu fotografer bisa tampil lebih “invisible” sehingga subjek terlihat lebih natural dan tidak canggung.
7. Lensa untuk Fotografi Arsitektur
Memotret bangunan tentu akan membutuhkan sudut pandang lebar agar keseluruhan struktur bisa tertangkap dengan baik.
Nah pemakaian lensa ultra wide 10–24mm sangat cocok untuk fotografi arsitektur, terutama di ruang sempit atau bangunan besar. Sementara aperture f/8 hingga f/11 membantu menjaga ketajaman dari depan hingga belakang.
Dengan pengaturan ini, garis bangunan akan terlihat lebih rapi dan detail arsitektur dapat terekam maksimal.
8. Lensa Terbaik untuk Landscape
Fotografi landscape identik dengan pemandangan luas dan detail yang kaya. Lensa 16–35mm menawarkan sudut pandang lebar namun tetap fleksibel untuk berbagai komposisi.
Untuk pengambilan gambar yang baik, penggunaan aperture f/8 sampai f/11 tentu sangat ideal untuk menghasilkan ketajaman maksimal dan depth of field yang luas.
Lensa ini cocok digunakan saat memotret gunung, pantai, dan pemandangan alam lainnya, terutama saat golden hour.
9. Lensa untuk Fotografi Burung
Memotret burung biasanya akan membutuhkan focal length yang cukup panjang agar detail tetap terlihat tanpa harus mendekat.
Lensa 70–200mm dengan aperture f/1.8 hingga f/2.8 memungkinkan fotografer mendapatkan foto burung dengan latar belakang blur yang tetap cantik.
Lensa ini cocok untuk bird photography ringan, terutama di area taman atau hutan dengan jarak yang masih relatif dekat.
10. Lensa Andalan untuk Wildlife Photography
Untuk satwa liar, keamanan dan jarak adalah hal paling utama. Lensa 150–300mm memberikan jarak aman tanpa mengorbankan detail. Sementara aperture f/4 hingga f/5.6 cukup ideal untuk menjaga ketajaman sekaligus performa autofocus.
Kombinasi ini sering digunakan oleh fotografer wildlife untuk memotret hewan di alam bebas tanpa mengganggu perilaku alaminya.
11. Lensa untuk Memotret Bulan
Moon photography secara natural tentu akan membutuhkan focal length panjang untuk menghasilkan detail permukaan bulan yang terlihat jelas.
Lensa 200–600mm menjadi pilihan utama, dipadukan dengan aperture f/8 hingga f/11 untuk mendapatkan ketajaman optimal.
Dengan pengaturan yang tepat dan tripod yang stabil, tekstur kawah bulan bisa terekam dengan lebih dramatis dan artistik.
Kesimpulan
Pada akhirnya, tidak ada satu lensa yang benar-benar sempurna untuk semua kebutuhan. Memilih lensa tentunya akan sangat bergantung pada gaya fotografi, kebutuhan pemotretan, dan kenyamanan diri kita sendiri.
Semoga dengan memahami karakter tiap lensa dan pengaturan aperture yang tepat, kamu bisa mendapatkan hasil foto yang lebih konsisten dan sesuai dengan visi kreatifmu.


No comments