Bahasa Jepang memang punya banyak kata penunjuk yang kelihatannya mirip, tapi sebenarnya punya fungsi yang berbeda-beda. Contohnya saja kata penunjuk seperti kono, kore, kochira, sono, sore, ano, dan are yang seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari.
Masalahnya buat yang masih belajar, kata-kata ini mungkin terlihat sangat mirip dan gampang ketuker. Padahal masing-masing punya fungsi dan konteks penggunaan yang berbeda, tergantung jarak dan situasinya.
Nah biar makin jelas dan tidak bingung lagi, yuk mari kita bahas fungsi dari kata penunjuk tersebut dan sebaiknya kapan kata tersebut kita gunakan.
Mengenal Kono (この), Kore (これ), dan Kochira (こちら)
Kelompok kata ini secara umum termasuk kedalam awalan ko (こ), yang artinya sendiri berarti "ini" yaitu merujuk pada sesuatu yang dekat dengan pembicara.
Nah dalam percakapan sehari-hari, ada 3 kata padanan "ini" yang sering dipakai dalam bahasa Jepang yaitu kono, kore, dan kochira.
Kono (この) digunakan untuk menunjuk benda yang dekat dan harus diikuti kata benda. Misalnya saat kamu sedang memegang buku, kamu bisa bilang kono hon (この本), yang artinya “buku ini”. Kata ini sering dipakai saat objeknya benar-benar ada di dekat kita.
Kore (これ) juga berarti “ini”, tapi tidak diikuti kata benda. Biasanya dipakai saat menunjuk langsung ke objek tanpa menyebut namanya. Contohnya seperti, kore wa nan desu ka (これは何ですか) yang berarti “ini apa?”.
Sementara itu, kochira (こちら) adalah versi yang lebih sopan. Kata ini seringkali dipakai dalam situasi formal seperti di toko, restoran, atau kantor. Artinya sendiri bisa “yang ini”, “ke sini”, atau bahkan merujuk pada orang, tergantung konteks. Misalnya, kochira e douzo (こちらへどうぞ) yang berarti “silakan ke sini”.
Memahami Sono (その), Sore (それ), Ano (あの), dan Are (あれ)
Kalau kelompok ko tadi berarti "ini" untuk menunjukkan sesuatu yang dekat dengan pembicara. Maka kata awalan "so" dan "a" bisa berarti "itu" dalam bahasa Indonesia, yang biasa digunakan untuk menunjuk sesuatu yang tidak dekat dengan pembicara.
Nah dalam bahasa Jepang sendiri ada beberapa kata yang berarti "itu" yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, yaitu ada Sono, Sore, Ano, dan Are.
Sono (その) biasa dipakai untuk benda yang dekat dengan lawan bicara dan harus diikuti kata benda. Misalnya kamu ingin menunjuk pulpen yang sedang dipegang temanmu, nah kamu akan berkata sono pen (そのペン).
Sore (それ) adalah versi tanpa kata benda dari sono. Kata ini sering dipakai saat objeknya sudah jelas dalam konteks pembicaraan. Contohnya sore wa ii desu ne (それはいいですね) yang berarti “itu bagus ya”.
Lalu ada ano (あの) dan are (あれ), yang digunakan untuk sesuatu yang jauh dari pembicara dan lawan bicara, atau sesuatu yang sama-sama sudah diketahui.
Ano (あの) digunakan jika diikuti kata benda, seperti ano mise (あの店) yang berarti “toko itu di sana”.
Sedangkan are (あれ) berdiri sendiri dan sering dipakai untuk menunjuk benda yang jauh atau hal abstrak, misalnya kenangan atau topik lama dalam percakapan.
Cara Mudah Mengingat Semua Perbedaannya
Biar nggak bingung, sebenarnya kita bisa pakai rumus simpel ini:
- Ko (こ) = dekat saya, So (そ) = dekat kamu, A (あ) = jauh dari kita berdua (orang yang berbicara).
- Kalau kata penunjuknya diikuti kata benda, pakai kono (この), sono (その), atau ano (あの).
- Sementara jika berdiri sendiri, bisa pakai kore (これ), sore (それ), atau are (あれ).
Lalu untuk situasi yang lebih sopan atau formal, kochira (こちら) adalah pilihan yang aman dan terdengar lebih halus.
Bagaimana sudah tidak bingung lagi kan?
Semoga dengan memahami konsep jarak dan konteks ini, penggunaan kata penunjuk dalam bahasa Jepang akan terasa jauh lebih natural dan nggak sekadar cuma hafalan saja.


No comments