Home
Otomotif
Mengenal Jenis Cairan yang Dipakai pada Mesin Hidrolik

Mengenal Jenis Cairan yang Dipakai pada Mesin Hidrolik

Cairan oli untuk alat hidrolik

Pernahkah kita membayangkan bagaimana sebuah ekskavator raksasa bisa mengangkat beban berton-ton dengan gerakan yang begitu halus? Jawabannya tentu bukan hanya soal besi dan mesin yang dipakai, tapi ada peran "darah" yang mengalir di dalamnya, yaitu berupa cairan hidrolik.

Tanpa adanya cairan satu ini, teknologi hidrolik secanggih apa pun tidak akan berfungsi normal seperti biasanya. Selain itu, cairan hidrolik pun ternyata banyak jenisnya, dimana pemakaiannya bisa disesuaikan dengan alat atau mesin yang digunakan.

Nah biar kita makin paham, yuk kita bahas jenis-jenis cairan apa saja yang biasa dipakai di dunia industri dan otomotif ini.

Berbagai Jenis Cairan Hidrolik yang Sering Digunakan

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, bahwa tidak semua jenis cairan itu bisa masuk atau dipakai ke dalam sistem hidrolik. Melainkan kita memerlukan jenis cairan yang tahan akan tekanan tinggi dan punya viskositas (kekentalan) yang stabil.

Nah berikut ini ada beberapa jenis cairan yang paling umum kita temui dalam pemakaian teknologi hidrolik di kehidupan sehari-hari, baik itu dalam kendaraan alat berat maupun mesin yang dipakai dalam industri.

1. Oli Berbasis Mineral (Mineral-Based Oil)

Ini adalah jenis yang paling populer dan banyak kita temukan di bengkel-bengkel atau industri umum.

Cairan ini umumnya berasal dari penyulingan minyak bumi yang kemudian ditambah zat aditif supaya lebih tahan karat dan gesekan.

Harganya pun tergolong sangat terjangkau dan performanya sangat oke untuk penggunaan mesin hidrolik standar.

2. Cairan Sintetis (Synthetic Fluids)

Kalau mesin kita bekerja di lingkungan yang cukup ekstrem, misalnya dipakai pada suhu yang sangat tinggi atau tekanan luar biasa, maka penggunaan jenis cairan sintetis adalah jagoannya.

Cairan ini dibuat secara kimiawi di laboratorium agar punya ketahanan yang lebih lama dibanding oli mineral biasa. Memang harganya lebih mahal, tapi sebanding dengan perlindungan yang diberikan.

3. Cairan Tahan Api (Fire-Resistant Fluids)

Pernah terpikir apa yang terjadi jika selang hidrolik mengalami kebocoran di dekat tungku peleburan logam? Jawabannya sudah pasti sangat bahaya, karena hal itu bisa menyebabkan terjadinya ledakan dan kebakaran yang hebat.

Nah untuk mengatasi hal ini, maka dibuatlah jenis cairan baru berbahan dasar air-glikol atau ester fosfat yang cenderung tidak mudah terbakar dibandingkan dengan cairan sebelumnya.

Karena kekuatan cairan yang lebih tahan terhadap panas dan tidak mudah terbakar, maka jenis cairan ini sering dipakai di industri pertambangan atau pabrik baja dengan penggunaan di suhu yang cukup tinggi.

4. Cairan Biodegradab

Buat kita yang peduli lingkungan atau bekerja di area sensitif seperti pertanian dan kehutanan, maka cairan inilah yang sering menjadi pilihan.

Jika terjadi kebocoran, cairan berbahan Biodegradab lebih mudah untuk terurai oleh alam dan tidak mencemari tanah secara permanen.

Penggunaan Cairan Hidrolik Tidak Boleh Asal

Memilih cairan hidrolik itu jika diibaratkan mirip seperti saat kita sedang memilih sepatu, yakni harus selalu pas dengan ukuran kaki kita agar nyaman saat dipakai.

Begitu pula dengan cairan hidrolik yang harus digunakan secara tepat guna sesuai dengan alat atau mesin yang sedang dipakai.

Nah ada beberapa alasan kenapa kita harus teliti dalam pemilihan jenis cairan hidrolik ini:
  • Menjaga Suhu Mesin: Cairan yang bagus bisa membantu membuang panas berlebih dari sistem dengan lebih optimal.
  • Mencegah Karat: Di dalam sistem hidrolik ada banyak komponen logam. Cairan yang tepat akan melapisi logam tersebut agar tidak mudah korosi dan berkarat.
  • Efisiensi Tenaga: Cairan dengan viskositas atau tingkat kekentalan yang pas, akan memastikan tenaga dari pompa tersalurkan secara maksimal ke silinder penggerak.

Tips Sederhana Merawat Cairan Hidrolik

Setelah kita tahu jenisnya, maka jangan lupa untuk selalu merawat dan mengganti cairan hidrolik dengan benar.

Pastikan kita selalu mengecek warna cairan secara rutin. Kalau warnanya sudah berubah jadi keruh atau gelap, itu tandanya cairan sudah terkontaminasi atau "lelah" dan perlu segera diganti dengan yang baru.

Selain itu, pastikan filter hidrolik selalu bersih agar kotoran kecil tidak ikut tersirkulasi, dimana hal itu bisa merusak komponen internal mesin yang dipakai.

No comments

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
close