Teknik Dasar Video Editing yang Wajib Dipelajari Pemula

editor video

Video editing pada dasarnya merupakan salah satu jenis pekerjaan yang ada dalam ranah media dan juga industri kreatif. Dimana belakangan ini, memang banyak sekali orang yang mulai menyukai dan ingin mempelajari teknik dalam mengedit suatu video.

Hal ini tidak terlepas karena pada masa sekarang, banyak sekali jenis profesi baru yang memiliki hubungan erat dan bahkan sangat bergantung kepada proses edit video ini. Misalnya saja seperti content creator, graphics designer, jurnalis video online, dan masih banyak lagi.

Sehingga bisa dibilang profesi satu ini memang memiliki masa depan yang cukup menjanjikan di masa mendatang. Dan tak heran juga, jika anak muda zaman sekarang pun banyak yang mulai belajar ilmu video editing, demi bisa menjadi seorang content creator yang populer.

Lalu bagi kita yang masih pemula, harus mulai darimanakah jika kita ingin belajar teknik dalam mengedit video? Dan apa saja dasar-dasar yang harus kita pelajari.

Nah untuk bisa mengetahui hal tersebut, maka pada artikel kali ini kita akan mencoba untuk membahas seputar basic dari video editing yang bisa langsung disimak pada ulasan dibawah ini.


Beberapa Teknik Edit Video Dasar untuk Pemula yang Harus Diketahui

Pada dasarnya dengan kita mengetahui teknik editing paling basic, hal ini tentu saja dapat memudahkan kita dalam melakukan kegiatan edit video pada program software tertentu.

Selain itu, dengan kita mempelajari dan memahaminya lebih jauh, diharapkan hasil akhir dari video yang diedit, akan memiliki kualitas yang baik dan tentunya bisa dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali.

Nah adapun beberapa teknik dasar dalam video editing yang dimaksud itu adalah sbb :


1. Tahap Import dan Manajemen File

Banyak orang yang sering melupakan tahapan ini. Padahal pada saat mulai masuk proses mengedit, agar video tersebut bisa menjadi sebuah alur yang utuh, maka umumnya kita akan membutuhkan beberapa potongan clip video maupun sumber file lain untuk digabung menjadi satu kesatuan.

Nah oleh karena itu agar dalam proses mengedit ini dapat berjalan lebih efisien dan juga menghemat waktu, maka sangat disarankan untuk kita melakukan import semua bahan project editing dalam folder maupun bin yang sama.

Sehingga nantinya kita tidak akan kerepotan, terutama saat kita ingin mengerjakannya dalam periode waktu yang lama.

Jika project yang dikerjakan cukup singkat, kita bisa menyatukan semua file termasuk didalamnya cuplikan video, audio, dan gambar dalam satu folder saja.

Sedangkan jika project yang dikerjakan itu cukup panjang, maka kita bisa membaginya kedalam beberapa folder dan diberi nama sesuai dengan kategori scene yang ingin dikerjakan.


2. Proses Cut dan Penggabungan Klip Video

Salah satu teknik paling dasar pada proses video editing, yaitu berupa teknik cut and jump cut. Ini bisa dibilang sangat penting dipelajari, karena hampir semua project yang akan dikerjakan umumnya akan menggunakan kedua teknik tersebut.

Cut pada dasarnya merupakan teknik standar untuk memotong bagian video tertentu kemudian menyatukannya dengan klip video yang lain, sehingga nantinya akan saling terhubung.

Sementara jump cut, merupakan teknik memotong video dengan cara memajukan durasi waktu ke scene tertentu, sehingga terkesan adanya loncatan antar scene video namun sebenarnya tetap dalam scene yang berurutan.

Teknik jump cut dimaksudkan untuk menghilangkan bagian yang tidak penting. Seperti misalnya saat membuat video wawancara, maka untuk mendapatkan inti dari wawancara tersebut kita hanya perlu mengambil bagian pentingnya saja.

Oleh karena itu, kita bisa melakukan cut pada bagian yang tidak penting, seperti pada saat narasumber sedang berbicara kata "eeeee" atau kata-kata lain yang memang terkadang tidak bermakna sama sekali.


3. Menambahkan Efek Transisi

Saat ingin menggabungkan dua klip / scene video tertentu, agar perpindahannya itu bisa terlihat halus maka diperlukanlah efek visual bernama transisi.

Efek perpindahan ini memiliki banyak sekali jenis yang bisa dipakai, seperti efek transisi fade, blur, slide, wipe, dissolve, dll.

Pemilihan dari setiap transisi ini cukup krusial, dimana penggunaannya harus selalu disesuaikan dengan tema atau alur cerita video yang ada. Sebab jika salah dalam menggunakan efek ini, bukan tidak mungkin video malah akan terlihat menjadi lebay dan terkesan tidak natural. 


4. Menambah Efek Suara

Selain suara video bawaan, efek berupa audio tambahan sebenarnya juga dapat berkontribusi dalam membantu pengalaman menonton video maupun film menjadi semakin menyenangkan dan berkesan lebih hidup.

Tidak jarang, saat kita menonton judul film terkenal, maka salah satu highlight yang bisa menambah suasana film tersebut menjadi terasa lebih nyata yaitu dengan adanya efek suara tambahan ini.

Adapun beberapa jenis audio effect yang sering digunakan yaitu seperti jenis efek suara objek (manusia, hewan, atau alam), suara narasi dibagian awal atau dibagian akhir, background music, dll.

Dalam penggunaan efek suara ini, hal yang perlu diperhatikan, yaitu mengenai kualitas suara yang digunakan, serta penyesuaian volume agar adegan utama dalam video atau film dapat tetap bisa dinikmati.


5. Penambahan Teks dan Grafis

Pada dasarnya keberadaan teks dan juga grafis merupakan bagian tambahan yang berfungsi untuk memberikan informasi detail dalam satu adegan.

Terkadang jika tanpa adanya teks atau grafis, penonton mungkin saja saja bisa menjadi bingung atau bahkan tidak mengerti dengan alur cerita yang ada. Nah oleh karena itu, peran dari kedua efek baik teks maupun grafis ini mungkin perlu ditambahkan pada beberapa scene.

Selain berfungsi untuk guiding alur cerita utama, teks dan grafis pun bisa juga digunakan sebagai pemberi informasi tambahan lain, seperti untuk bagian credit film dibagian akhir, maupun teks narasi atau bahkan untuk judul film dibagian awal.


6. Melakukan Visual Editing

Dalam tahapan edit video, ada juga istilah yang disebut sebagai visual editing, yaitu proses memanipulasi video agar tampilan gambar dapat semakin kaya dan juga berkualitas.

Proses penambahan visual editing ini bisa dilakukan pada saat edit video sedang berlangsung, atau bisa juga dilakukan pada tahap akhir ketika semua alur video telah diselesaikan.

Adapun beberapa contoh dari proses editing visual ini, yaitu seperti proses color grading, efek time-lapse, efek slow motion & fast motion, teknik montage, teknik pengambilan tilt-shift, hingga yang paling terkenal seperti pada film holywood yaitu adanya efek CGI untuk tahapan yang lebih pro.

Dengan menambahkan beberapa efek tersebut, dijamin hasil akhir dari project video yang sedang dikerjakan, pastinya akan semakin berkualitas terutama dari sisi cinematografi yang akan terlihat lebih realistis.


7. Ekspor dan Rendering

Adapun tahap paling akhir ketika project sudah selesai diedit dan akan diubah menjadi satu video yang utuh, maka umumnya akan dibutuhkan proses yang dikenal dengan nama proses render atau ekspor video.

Meski terlihat sepele, namun tahap ini sangat penting bagi kita untuk dipelajari, terutama dalam menyesuaikan settingan pada saat rendering. Sebab berbeda kebutuhan, tentu saja akan berbeda pula settingan yang diperlukan.

Misalnya saja untuk keperluan film, iklan, media sosial, atau format video potrait, landscape, dsb. Setiap kebutuhan tersebut, tentu akan memiliki format settingan yang berbeda.

Sebagai contoh, jika kita ingin meng-upload untuk leperluan di platform youtube misalnya, maka rekomendasi settingan yang biasa digunakan, yaitu seperti format video harus berformat mp4 atau avi, menggunakan kompresi codec video jenis H.264 atau H.265, menggunakan file audio codec jenis AAC dengan bitrate 128kbps, frame rate 30fps atau 60fps, dll.

Keberadaan setting tersebut wajib kita atur sesuai dengan kebutuhan agar hasilnya dapat maksimal. Jadi jika kita ingin menggunakan untuk kepentingan lain, tentu format settingan yang diperlukan dalam proses rendering pun akan berbeda pula.


Nah demikianlah artikel kali ini tentang 7 poin paling dasar yang wajib dikuasai oleh seorang editor video.

Selain dengan mempelajari hal tersebut, sebenarnya poin yang paling terpenting lain yang harus kita miliki, yaitu berupa jam terbang serta kreativitas dalam mengeksplorasi diri.

Sebab dengan semakin banyak kita mengeksplor, maka semakin banyak pula ide-ide serta pengalaman yang bisa didapatkan, dan hal itu tentu saja akan berdampak pada hasil editing kita yang akan semakin berkualitas.

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. No Spam !

Previous Post Next Post

Contact Form

close