Kita mungkin pernah mengalami kondisi dimana PC atau laptop yang dipakai menjadi terasa lemot dan seringkali stuck saat melakukan kegiatan multitasking.
Bisa jadi penyebabnya bukan virus atau RAM yang penuh, melainkan SSD yang dipakai memang sudah mulai sakit-sakitan. Banyak orang mengira SSD itu awet karena tidak memiliki sistem mekanis seperti halnya pada Harddisk Drive (HDD), padahal komponen ini justru punya masa umur dan bisa rusak perlahan tanpa suara.
Maka dari itulah dikenal juga istilah Terabytes Written (TBW), yaitu penanda dimana ketika sudah melewati TBW tersebut, maka SSD biasanya akan mengalami penurunan performa yang signifikan, bahkan seringkali malah tidak bisa lagi digunakan untuk menyimpan file.
Meski begitu, tidak jarang ada kondisi dimana komponen SSD mengalami masalah walau belum melewati batas TBW. Nah supaya kita nggak kaget saat tiba-tiba data penting lenyap, maka ada baiknya kita kenali tanda-tanda jika SSD mulai rusak sebelum hal buruk terjadi.
7 Tanda Fisik dan Kinerja SSD yang Mulai Rusak
Setidaknya ada beberapa ciri yang paling sering muncul ketika SSD kamu mulai menunjukkan gelagat aneh. Kalau sudah mengalami satu atau dua poin ini, maka ada baiknya kamu langsung backup data saja untuk jaga-jaga.
1. Laptop atau PC Sering Tiba-Tiba Freeze Padahal Nggak Lagi Banyak Kerja
Pernah nggak sih kamu lagi asyik ngetik atau buka tab browser, lalu tiba-tiba kursor macet total? Layar nggak bisa diklik, padahal indikator power masih menyala. Nah situasi ini bisa jadi salah satu sinyal jika SSD yang dipakai mulai gagal membaca data di sektor tertentu.
Kalau kondisi ini terjadi hanya sekali atau dua kali mungkin masih wajar, tapi kalau hal ini sering terjadi dalam satu minggu atau bahkan lebih dari itu, maka sebaiknya kita perlu waspada.
2. Sistem Operasi Gagal Boot atau Muncul Pesan “No Bootable Device”
Ini mungkin salah satu tanda yang seringkali membuat kita menjadi sangat panik. Kamu menyalakan laptop, lalu tiba-tiba muncul tulisan hitam “No bootable device found” atau “Operating system not found”, padahal sebelumnya masih normal-normal saja.
Penyebabnya sendiri bisa jadi karena faktor SSD yang dipakai sudah tidak dikenali oleh BIOS. Hal ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada controller atau firmware-nya. Jangan langsung panik, coba restart dulu. Kalau masih sama, besar kemungkinan SSD kamu memang sedang kritis.
3. Kecepatan Baca Tulis Drop Drastis
SSD sehat biasanya bisa mentransfer file besar dengan sangat cepat. Tapi kalau tiba-tiba salinan file 1GB terasa seperti nunggu kopi jadi dingin, itu tanda bahwa performanya memang sudah menurun drastis.
Kamu sebaiknya cek pakai aplikasi gratis seperti CrystalDiskMark. Jika angka kecepatan bacanya sudah di bawah 100 MB/s (untuk SSD SATA) atau di bawah 500 MB/s (untuk NVMe), artinya sel-sel memorinya sudah banyak yang rusak.
4. File Sering Corrupt dan Tidak Bisa Dibuka
Suatu hari misalnya kamu sedang buka foto atau dokumen Word, lalu kemudian muncul pesan “file corrupted”, padahal file itu baru kemarin kamu simpan dengan baik.
Jika hal tersebut terjadi, maka ini bisa menjadi pertanda buruk, dimana SSD sudah mulai kehilangan kemampuan menyimpan data secara konsisten. Segeralah pindahkan data penting sebelum semuanya jadi tidak terbaca sama sekali.
5. Sistem Sering Bluescreen dengan Kode Error Unik
Bluescreen memang bisa disebabkan banyak hal, tapi jika munculnya secara acak dengan kode error seperti "CRITICAL_STRUCTURE_CORRUPTION, "KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR", atau "UNEXPECTED_STORE_EXCEPTION", maka besar kemungkinan bahwa SSD yang menjadi biang kerok penyebabnya.
Kondisi seperti ini seringkali menandakan bahwa data sistem yang dibaca dari SSD biasanya sudah tidak utuh sampai ke RAM.
6. SSD Tiba-Tiba Jadi Read Only
Coba deh kamu simpan file baru di drive SSD. Kalau muncul pesan “The disk is write protected” atau “You don’t have permission”, padahal kamu nggak pernah mengatur proteksi, itu artinya SSD memasuki mode darurat.
Mode ini memang biasanya sengaja diaktifkan oleh firmware SSD untuk mencegah kerusakan lebih parah. Sayangnya kamu tetap harus segera ganti, karena jika ini terjadi biasanya kondisi SSD sudah nggak bisa dipakai untuk menulis data lagi.
7. SMART Error Muncul Sebelum Masuk Windows
Kalau setiap kali booting tiba-tiba ada notifikasi "SMART bad" atau "Imminent failure", jangan pernah abaikan hal tersebut. SMART adalah sistem diagnosis bawaan dari SSD.
Pesan itu muncul karena SSD sendiri sudah mendeteksi ada komponen internal yang akan mati dalam waktu dekat. Kamu mungkin masih bisa pakai beberapa hari atau minggu, tapi lebih baik langsung beli SSD baru dan pindahkan data.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Muncul Tanda SSD Rusak?
Tentu saja kita jangan menunggunya hingga rusak atau mati total. Sebaiknya begitu kamu merasakan satu atau dua tanda di atas, maka langkah pertama yang paling penting adalah melakukan backup data ke hard disk eksternal ataupun cloud.
Setelah data dirasa sudah aman, baru kamu bisa cek kesehatan SSD pakai aplikasi seperti CrystalDiskInfo. Kalau statusnya sudah “Bad” atau “Caution”, tentu sangat disarankan untuk mengganti dengan SSD baru tanpa perlu pikir panjang lagi.
Terakhir ingatlah bahwa SSD itu komponen konsumtif, bukan warisan turun temurun. Dengan rutin memantau tanda-tanda di atas, seharusnya kita bisa menghemat biaya recovery data yang mahal dan menghindari sakit kepala karena kehilangan file-file penting.


No comments