Home
Games
Teknologi
Mengenal Cloud Gaming, Apakah Layak Dicoba di Indonesia?

Mengenal Cloud Gaming, Apakah Layak Dicoba di Indonesia?

Game Online

Cloud gaming memang sedang menjadi topik hangat di kalangan gamers Indonesia. Konsepnya pun cukup sederhana, yaitu main game berat tanpa perlu punya PC gaming mahal atau konsol canggih. 
Melainkan hanya dengan memanfaatkan koneksi internet dan perangkat apapun yang kamu punya, dari smartphone jadul sampai laptop kantoran.

Nah tapi apakah cara main ini benar-benar cocok dengan kondisi jaringan kita di Tanah Air? Yuk kita bedah tuntas mengenai konsep bermain game satu ini.

Apa Sih Cloud Gaming Itu?

Gampangnya cloud gaming itu ibarat kayak Netflix tapi buat game. Semua proses rendering dan komputasi game dilakukan di server penyedia layanan. Hasilnya lalu dikirim ke layar kamu dalam bentuk video streaming, sementara input dari keyboard, mouse, atau controller langsung dikirim balik ke server. Jadi secara teknis, perangkat kamu hanya berfungsi sebagai layar dan pengirim perintah saja.

Beberapa layanan cloud gaming yang cukup populer di dunia saat ini misalnya saja seperti NVIDIA GeForce NOW, Xbox Cloud Gaming (dulu xCloud), PlayStation Plus Premium, dan Boosteroid. Sayangnya belum semuanya tersedia resmi di Indonesia. Tapi tenang, banyak yang masih bisa diakses dengan sedikit akal-akalan.

Kelebihan Cloud Gaming Buat Kita di Indonesia

Hadirnya cloud gaming ini tentu bisa memudahkan kita untuk bermain game apapun tanpa perlu khawatir dengan spek PC yang kita miliki. Nah ada beberapa kelebihan dari konsep cloud gaming ini.

1. Hemat Biaya Hardware
Bayangkan kita main game AAA seperti Cyberpunk 2077 atau Call of Duty terbaru tapi di laptop yang seharga 5 jutaan saja. Dengan cloud gaming, tentu ini bukan mimpi. Kamu nggak perlu beli lagi GPU high end seperti seri RTX atau konsol seharga belasan juta. Melainkan cukup berlangganan bulanan hanya untuk bermain game, dan dengan harga yang setara atau bahkan bisa lebih murah dari netflix.

2. Main di Perangkat Apapun
Laptop kantor yang lemot, tablet, HP, bahkan perangkat smart TV pun juga bisa dipakai. Selama support aplikasi atau browser, kamu bisa main game AAA di mana saja. Pas lagi di kost-an? Bisa. Lagi di ruang tunggu stasiun? Juga bisa, intinya selama ada internet, gaskan.

3. Proses Download dan Update yang Praktis 
Salah satu drama terbesar gamer PC adalah saat melakukan proses download atau update game dengan storage puluhan GB, serta instalasi yang terkadang juga bisa sangat lama. Dengan cloud gaming, semua game sudah langsung terinstal di server. Kamu bisa langsung main begitu tombol diklik. Update juga otomatis dari sana. Hal ini tentu sangat efisien, irit waktu dan juga irit tenaga.

4. Akses Library Games yang Luas
Sebagian besar layanan cloud gaming biasanya sudah memakai model langganan ala Netflix. Kamu hanya perlu bayar bulanan, dan sudah langsung bisa main ratusan judul game tanpa beli satu per satu lagi. Cocok buat yang suka gonta-ganti game atau kamu yang memang orangnya bosenan.

Kekurangan yang Bikin Mikir Dua Kali

Nah meskipun banyak kelebihan, tapi model cloud gaming ini juga tentu memiliki beberapa kelemahan yang cukup bisa mengganggu dalam penggunaannya.

1. Koneksi Internet Wajib Super Cepat dan Stabil
Ini jadi masalah utama terlebih bagi kita yang memang tinggal di Indonesia. Cloud gaming minimal butuh kecepatan sekitar 15-25 Mbps untuk dapat streaming di resolusi 1080p 60fps. Sementara untuk 4K, tentu membutuhkan kecepatan yang jauh lebih besar lagi yaitu bisa sekitar 35 Mbps ke atas.

Disisi lain kecepatan yang kencang pun tentu belum cukup. Latency atau ping ke server juga harus rendah, idealnya ada di bawah 40 ms. Sementara kita tahu sendiri bagaimana jaringan mobile provider di negara ini yang seringkali fluktuatif, apalagi di jam-jam sibuk.

2. Input Lag Bisa Bikin Frustasi
Meskipun internet kamu cepat, jarak fisik ke server cloud gaming sangat mempengaruhi rasa. Server resmi biasanya ada di Singapura, Jepang, atau AS. Dari Indonesia, ping ke Singapura saja bisa sekitar 20-50 ms dalam kondisi ideal.

Tambah lagi latensi pemrosesan di server, total bisa mencapai 70-100 ms. Buat game single player seperti God of War atau Assassin's Creed mungkin masih oke. Tapi untuk judul game kompetitif seperti Valorant, Apex Legends, atau Street Fighter, tentu kamu bakal ngerasa kontrol berat dan sangat telat.

3. Pemakaian Kuota yang Lebih Boros
Streaming game di kualitas 1080p saja bisa menghabiskan kuota internet sekitar 5-10 GB per jam. Kalau 4K, tentu bisa tembus diangka 15-20 GB per jam.

Buat kamu yang mengandalkan paketan internet rumah dengan FUP sebulan bisa jebol dalam beberapa hari saja. Apalagi kalau andalkan kuota HP, jelas nggak masuk akal untuk diterapkan.

4. Layanan Resmi Masih Terbatas
Xbox Cloud Gaming saat ini belum ada server di Indonesia. GeForce NOW pun baru merambah Asia Tenggara tapi belum masuk resmi ke sini. Akibatnya, kita seringkali harus pakai VPN atau akun luar negeri. Itu artinya tambahan biaya, potensi kenaikan latency, dan bahkan resiko akun kita diblokir.

Kondisi Internet Indonesia, Siapkah untuk Cloud Gaming?

Jujur saja, kalau untuk infrastruktur yang ada saat ini boleh dibilang memang belum merata. Menurut laporan Speedtest Global Index, kecepatan internet fixed broadband di Indonesia rata-rata hanya sekitar 25-30 Mbps saja. Secara angka, data tersebut hanya bisa untuk mengakomodir kebutuhan cloud gaming di resolusi 1080p saja. Tapi masalahnya di stabilitas dan latency. Banyak ISP lokal yang seringkali masih punya packet loss dan ping naik turun, terutama di malam hari.

Untuk mobile network, kondisinya boleh dibilang bisa lebih parah lagi. Meskipun 4G kadang bisa tembus 50 Mbps, tapi jitter dan latensi ke server luar negeri seringkali nggak begitu stabil. Provider seperti Telkomsel, Indosat, atau XL bisa dibilang masih memiliki rute internasional yang belum optimal.

Namun kabar baiknya, untuk beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan sudah mulai punya akses fiber optik dengan latency yang cukup rendah ke Singapura. Di daerah tersebut, cloud gaming masih mungkin nyaman untuk dipakai terutama untuk game bergenre kasual.

Singkatnya untuk saat ini, Cloud gaming sangat cocok buat main game story seperti Life is Strange, The Witcher 3, atau GTA V. Jangan harap bisa ranking di game online kompetitif yang butuh reaksi milidetik. Setidaknya untuk sekarang, masih belum nyaman untuk dimainkan.

Tips Memulai Cloud Gaming di Indonesia

Buat kamu yang memang penasaran dan ingin mencoba, nah kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini agar pengalaman pertama kamu saat coba cloud gaming tidak terlalu mengecewakan.

1. Pilih layanan dengan trial gratis. GeForce NOW punya sesi gratis dengan antrian. Xbox Cloud Gaming juga biasanya ada periode trial selama 1 bulan untuk member baru. Coba dulu sebelum benar-benar memutuskan untuk berlangganan.

2. Gunakan kabel LAN. Jangan andalkan WiFi kalau bisa. Kalau memang terpaksa harus pakai WiFi, pakailah yang sudah frekuensi 5 GHz dan pastikan nggak ada banyak perangkat lain yang colong bandwidth agar jaringan tetap lancar saat dipakai.

3. Pilih server terdekat. Kalau pakai VPN atau akun luar, usahakan pilih server Singapura saja. Jangan ke AS atau Eropa karena ping-nya bisa tembus 200 ms.

4. Main di waktu sepi internet. Coba main di jam 1 siang atau 2 malam untuk menghindari jam sibuk. Beda jam tentu bisa memberikan pengalaman yang berbeda juga.

5. Turunkan kualitas stream. Kalau koneksi mulai ngadat, kita bisa turunkan ke resolusi 720p atau 30fps. Grafik memang sedikit berkurang tapi gameplay masih tetap bisa mulus.

6. Siapkan kuota cadangan. Kalau bisa, pakai ISP yang benar-benar unlimited tanpa FUP. Jadi sebelumnya kita bisa cek dulu syarat dan ketentuan dari masing-masing provider.

Penutup

Cloud gaming bukanlah solusi ajaib yang bisa langsung sempurna di Indonesia. Tapi untuk sebagian dari kita yang memang tinggal di kota-kota besar dan memiliki koneksi internet mumpuni, konsep ini boleh dibilang adalah alternatif yang sangat menarik.

Daripada keluar duit puluhan juta hanya untuk rakit PC gaming, langganan bulanan 200-300 ribuan mungkin bisa jadi pilihan yang lebih cerdas.

Meski begitu, kita tetap harus bisa sesuaikan ekspektasi. Jangan berharap bisa mendapatkan pengalaman bermain game kompetitif semulus di PC. Melainkan untuk main game santai sambil rebahan di kamar, cloud gaming tentu sangat layak untuk kamu coba. Siapa tahu, teknologi ini makin berkembang dan suatu saat nanti seluruh wilayah di Indonesia bisa menikmatinya tanpa hambatan lagi.

No comments

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
close