Home
Hardware
Teknologi
Mengenal Bagian Keyboard Mekanikal, dari Case hingga Switch

Mengenal Bagian Keyboard Mekanikal, dari Case hingga Switch

Mechanical keyboard part

Pernah kepikiran gak kalau kamu bikin keyboard mekanikal sesuai selera kita sendiri? Atau mungkin kamu mulai jenuh sama keyboard gaming yang itu-itu aja bentuknya?

Nah salah satu cara asyik untuk punya keyboard yang unik yaitu dengan merakitnya sendiri. Tapi untuk bisa merakit sendiri ini. tentu kita perlu tahu setiap part komponen yang ada.

Dengan tahu setiap bagiannya, selain bisa lebih paham kita juga bisa beli komponen satu per satu. Gak perlu lagi beli satu set utuh yang kadang harganya selangit atau fiturnya gak sesuai keinginan.

Nah jika kamu belum terlalu familiar dengan keyboard mekanikal, yuk kita mulai belajar apa saja bagian komponennya biar kamu makin mengerti.

7 Bagian Penting Keyboard Mekanikal yang Wajib Kamu Tahu

Sebelum mulai belanja part, tentu ada baiknya kita kenalan dulu dengan komponen-komponen dasarnya. Setidaknya ada tujuh bagian utama yang selalu ada di setiap keyboard mekanikal yang sering kita gunakan.

1. Case (Casing)

Case adalah rumah atau wadah bagi semua komponen keyboard. Biasanya bahan yang dipakai juga bisa beranekaragam, bisa terbuat dari bahan plastik (polycarbonate), akrilik, maupun alumunium.

Kalau kamu mau tampilan elegan dan lebih berat? maka disarankan untuk pilih case berbahan alumunium. Tapi kalau anggarannya memang terbatas, case plastik atau akrilik juga sudah oke kok.

Selain bahan yang dipakai, ada juga pembagian tipe berdasarkan profile bentuk casenya. Secara umum ada dua jenis case yang akan sering kita temui:
  • Pertama ada High profile, yaitu tipe dinding casing yang cenderung tinggi, jadi switch dan keycaps gak terlalu kelihatan dari samping.
  • Kedua ada Low profile, yaitu posisi dindingnya yang lebih rendah, sehingga switch dan LED-nya seringkali akan lebih ter-ekspos.

2. PCB (Printed Circuit Board)

Part komponen ini bisa dibilang adalah otak dari keyboard mekanikal. PCB merupakan papan sirkuit tempat semua switch terpasang dan tersambung ke komputer.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari bagian PCB ini:
  • Hotswap vs solder: PCB hotswap memungkinkan kita untuk mencabut pasang switch tanpa alat solder. Sangat recommended buat pemula.
  • Ukuran: Harus sesuai dengan case. Misal PCB ukuran 60% ya harus pakai case 60% juga.
  • Fitur tambahan: RGB per key, rotary encoder, wireless, dll. Setiap PCB biasanya akan memiliki fitur yang berbeda-beda, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan.

Sedikit saran juga, kalau kamu memang baru pertama kali rakit, maka sebaiknya cari PCB yang tipe hotswap saja. Nanti kalau sudah jago, baru deh cobain yang varian solder.

3. Plate (Pelat Switch)

Plate adalah lempengan yang dipasang di antara PCB dan juga switch. Fungsinya sendiri yaitu buat ngunci switch biar tetap stabil dan gak goyang.

Material plate yang dipakai tentu akan sangat mempengaruhi feel saat mengetik. Ada beberapa material bahan yang biasa dipakai pada komponen plate ini 
  • Alumunium – cenderung solid, bunyi clack yang tegas.
  • Baja – umumnya memiliki bobot paling berat, bunyi nyaring dan cukup mantap.
  • PC (Polycarbonate) – lebih fleksibel, bunyi lebih empuk (thocky).
  • FR4 – mirip PC tapi lebih kaku, cocok buat yang suka feel lebih balanced.

Nah kamu bisa pilih dan sesuaikan plate dengan selera suara dan rasa ngetik masing-masing, mau yang seperti apa.

4. Switch

Nah ini bagian yang boleh dibilang paling sering diperhatikan orang saat merakit keyboard mekanikal. Switch adalah saklar di bawah setiap tombol. Saat kita tekan, dia mengirim sinyal ke PCB.

Secara umum switch ini dibagi jadi tiga jenis utama (meskipun kalau kita cek dipasaran, setiap brand biasanya punya variasi switch yang lebih beragam lagi).

  • Linear – tekanannya cenderung mulus tanpa hambatan dan lebih direct, sehingga cocok dipakai buat main game. Selain itu suara yang dihasilkan saat menekan tombol tergolong lebih silent.
  • Tactile – tipe ini seringkali ada sensasi benjolan kecil di tengah tekanan, seperti ada sedikit yang menahan sebelum tombol tertekan sepenuhnya. Cocok buat ngetik, atau pemakaian sehari-hari yang lebih balance.
  • Clicky – seperti tactile tapi ditambah bunyi klik keras. Agak berisik tapi memuaskan. Bunyinya yang nyaring, terkadang bisa mengganggu orang lain, terutama saat dipakai di malam hari.

Setiap switch juga punya berat tekan (gram) yang berbeda. Semakin ringan, semakin cepat tertekan. Selain itu, switch juga harus kompatibel dengan jenis PCB (biasanya 3-pin atau 5-pin).

5. Keycaps (Tutup Tombol)

Ini bagian yang paling keliatan dan paling gampang digonta-ganti. Keycaps adalah toples yaitu bagian yang biasa kita pencet setiap hari, dimana simbol atau karakter dari huruf berada.

Material keycaps yang umum dipasaran yaitu ada:
  • ABS – harga lebih murah, dan lama-lama bisa mengkilap (shine).
  • PBT – cenderung lebih awet, teksturnya kasar, gak mudah mengkilap, dan harga sedikit lebih mahal.

Selain material yang digunakan, ada juga profil keycaps (bentuk dan tingginya). Misalnya Cherry, OEM, SA, XDA, atau MDA. Setiap profil punya feel ngetik yang berbeda. Kalau baru mulai, kita bisa pilih tipe OEM atau Cherry profil yang paling aman untuk dipakai.

6. Stabilizer

Pernah merasa tombol spasi, enter, atau shift terasa goyang atau bunyi ngesot? Itu biasa terjadi karena stabilizer yang digunakan kurang bagus.

Stabilizer adalah alat bantu yang biasa dipakai pada tombol panjang (lebih dari 2u) seperti tombol spasi atau shift. Fungsinya yaitu menjaga agar tombol tetap rata saat ditekan di ujung (gak goyang yang membuat kesan ringkih).

Untuk part stabilizer, biasanya ada dua jenis yang dipakai:
  • Plate mount – langsung klik atau dipasang ke plate.
  • PCB mount (screw-in) – dipasang memakai baut ke PCB, lebih stabil dan minim bunyi resonansi.

Sedikit tips dalam memilih stabilizer, sebaiknya belilah jenis stabilizer yang sudah pre-lubed atau jika belum kamu juga bisa lubing sendiri pakai grease. Hasilnya tombol panjang jadi lebih mulus dan gak berisik saat ditekan.

7. Cable (Kabel)

Terakhir tapi gak kalah penting yaitu ada kabel. Keyboard mekanikal kustom biasanya pakai port kabel USB Type-C yang terpisah dari case.

Kabel ini bisa kamu ganti dengan kabel coiled (melilit) model aviator yang aesthetic. Selain keren, kabel yang baik juga memastikan koneksi stabil, apalagi kalau keyboardmu punya RGB yang butuh daya lumayan besar.

Sebenarnya pakai kabel biasa bawaan charger HP juga bisa kok, asalkan tipenya sama. Tapi sayang kan kalau penampilan keyboard kece tapi kabelnya biasa aja.

Rakit Sendiri Lebih Seru dan Bisa Diutak-atik

Setelah tahu semua bagiannya, sekarang kamu bisa lebih pede buat hunting part satu per satu. Mulai dari case sampai kabel, semuanya bisa disesuaikan dengan budget dan selera kita.

Selain satisfying, ada beberapa keuntungan jika kita merakit sendiri keyboard mekanikal:
  • Gak perlu beli satu set utuh yang kadang ada komponen gak kita suka.
  • Bisa upgrade bertahap misal ganti keycaps dulu, baru switch (bisa dicicil mirip saat rakit PC).
  • Lebih paham cara ngatasin masalah kalau ada tombol yang error atau macet.

Jadi sudah siap merakit keyboard mekanikal impianmu? Atau malah kamu punya pengalaman seru waktu pertama kali rakit? Jangan lupa share di kolom komentar ya!

No comments

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
close