Jujur saja di dunia fire safety, kedua pendapat ini sebenarnya punya dasar logika masing-masing. Namun dari sisi standar keamanan tertinggi dan rekomendasi teknisi pemadam kebakaran profesional, pendapat kedua (wajib isi ulang setelah dipakai) boleh dibilang lebih dianjurkan. Kenapa? Yuk kita bedah alasannya.
Mengapa Banyak yang Bilang APAR Bekas Pakai Wajib Diisi Ulang?
Pendapat ini tentu saja tidak muncul tanpa alasan. Berikut penjelasan teknisnya agar kita bisa paham soal pemakaian dan penyimpanan APAR yang benar.
1. Masalah Tekanan yang Tidak Pernah Kembali Sempurna
Ketika tuas APAR ditekan untuk pertama kali, maka segel dalam katup akan rusak. Meskipun kamu sudah melepas tuas, katup tersebut seringkali tidak bisa menutup serapat saat masih baru. Akibatnya, gas pendorong (Nitrogen atau CO2) akan bocor perlahan-lahan.
Dalam hitungan hari atau minggu, tekanan bisa turun drastis meski jarum gauge masih terlihat di zona hijau sesaat setelah pemakaian. Saat kamu benar-benar membutuhkan APAR beberapa bulan kemudian, tekanannya bisa jadi sudah nol. Kondisi ini tentu sangat berbahaya jika dibiarkan.
2. Resiko Penyumbatan pada APAR Jenis Bubuk
Ini kelemahan utama APAR bubuk (dry powder). Sisa bubuk yang tertinggal di dalam selang, katup, atau nosel biasanya akan menyerap kelembapan udara. Bubuk tersebut lalu menggumpal seperti semen. Gumpalan ini tentu bisa menyumbat saluran total.
Jadi meskipun tekanan gas masih ada, bubuk tidak akan keluar saat kamu semprotkan lagi. APAR jadi gagal fungsi dan tidak bisa dipakai sama sekali di saat genting.
3. Standar NFPA dan Rekomendasi Teknisi Profesional
Standar pemadam kebakaran internasional (NFPA 10) di industri menyatakan bahwa begitu APAR digunakan sekecil apapun, maka alat tersebut harus segera diservis dan diisi ulang. Alasannya sederhana, yaitu karena keselamatan jiwa lebih utama dibandingkan dengan resiko besar yang bisa ditimbulkan. Lebih baik mengeluarkan biaya isi ulang daripada menyimpan APAR yang belum tentu berfungsi saat darurat.
Lalu Kenapa Ada Pendapat yang Boleh Disimpan?
Pendapat ini biasanya muncul dari pengalaman lapangan non-teknis. Orang melihat jarum gauge masih di hijau setelah dipakai sedikit, lalu menganggap APAR masih layak. Memang secara fisik kelihatan masih ada tekanan dan isi. Namun yang tidak terlihat yaitu:
- Kebocoran mikro yang akan terjadi berhari-hari kemudian
- Gumpalan bubuk di dalam selang yang tidak kelihatan dari luar
- Kemungkinan katup tidak menutup rapat sempurna
Jadi pendapat yang mengatakan APAR boleh disimpan setelah dipakai, sebenarnya boleh-boleh saja hanya memang sangat beresiko tinggi meski secara teori fisika sederhana pun memang sangat masuk akal untuk disimpan.
Lalu Mana yang Harus Kita Ikuti?
Kalau bicara soal keselamatan maksimal dan mengikuti standar profesional, maka sebaiknya setelah APAR dipakai meski hanya sebentar, kamu wajib mengosongkannya dan segera melakukan isi ulang (refill) di tempat servis resmi.
Jangan menyisakan isinya untuk disimpan, anggap saja APAR itu seperti kondom atau jarum suntik, dimana setelah dipakai bisa langsung diganti. Memang terdengar boros, tapi ini untuk memastikan saat api benar-benar datang, APAR-mu 100% sudah siap pakai, bukan 50-50.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah APAR Dipakai? Berikut ini merupakan beberapa langkah yang bisa diikuti setelah kita menggunakan APAR.
- Habiskan sisa isi di tempat terbuka yang aman (halaman belakang atau area kosong). Ini sekalian jadi latihan pakai APAR.
- Sebaiknya jangan simpan dulu meskipun jarum gauge masih hijau.
- Bawa ke jasa isi ulang APAR terdekat. Mereka akan membersihkan selang, mengganti katup jika perlu, mengisi ulang media pemadam, dan menekan kembali tabung.
- Minta sertifikat servis sebagai bukti bahwa APAR sudah layak pakai.
Apakah APAR Punya Masa Kadaluarsa Jika Tidak Pernah Dipakai?
Jawabannya sudah pasti iya, tetap ada masa kadaluarsa. Umumnya yaitu berkisar sekitar 5 tahun untuk APAR jenis dry powder. Setelah itu bubuk bisa menggumpal di dalam tabung meskipun tidak pernah dipakai. Juga komponen karet seal dan selang bisa rapuh. Jadi meskipun jarum tekanan masih hijau, sebaiknya lakukan servis ulang setiap 5 tahun sekali.
| Jenis APAR | Ukuran | Harga Isi Ulang |
|---|---|---|
| Dry Powder | 1 Kg | Rp 50.000 - 80.000 |
| Dry Powder | 2 Kg | Rp 80.000 - 120.000 |
| CO2 | 2 Kg | Rp 150.000 - 250.000 |
| Busa (Foam) | 2 Liter | Rp 100.000 - 180.000 |
Sementara untuk tempat isi ulang APAR, kita bisa dapatkan di beberapa lokasi berikut:
- Perusahaan jasa pemadam kebakaran,
- Toko perlengkapan safety dan fire protection,
- Bengkel servis APAR (banyak di kota besar),
- Konsultan kebakaran yang menyediakan layanan refill.
Cukup cari di Google Maps atau marketplace dengan kata kunci "servis APAR" atau "isi ulang tabung pemadam", pasti kamu akan langsung menemukan beberapa pilihan yang bisa didatangi.
Kesimpulannya jangan pernah ambil resiko dengan menyimpan APAR bekas pakai meskipun isinya masih cukup banyak. Lebih baik keluar biaya isi ulang beberapa puluh ribu rupiah daripada suatu hari nanti APAR-mu gagal berfungsi saat api sudah membesar. Keselamatan tidak bisa ditawar, stay safe!



No comments