Istilah tersebut seringkali muncul ketika kita membahas beberapa jenis produk seperti komputer, smartphone, aksesoris gadget, hingga peripheral elektronik lainnya.
Bagi sebagian orang istilah barang OEM, ODM, dan yang lainnya ini, mungkin istilah tersebut tidak terlalu penting.
Tapi bagi beberapa orang seperti pelaku bisnis, reseller, atau bahkan konsumen terkhusus bagi para techno enthusiast hal tersebut mungkin sangat penting untuk diketahui.
Supaya tidak salah paham saat membeli laptop, smartphone, atau aksesoris gadget, kita perlu tahu sebenarnya produk OEM itu apa, produk ODM itu seperti apa, dan apa bedanya dengan OBM serta refurbished.
Mengenal Apa itu Produk OEM, ODM, OBM, Refurbished, serta Perbedaannya
Nah agar tidak bingung lagi, yuk mari kita bahas satu per satu tentang istilah-istilah tersebut lebih mendalam agar kita tahu perbedaannya.
Apa itu Produk OEM?
Istilah OEM sendiri merupakan singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Secara sederhana produk OEM adalah produk yang dibuat oleh satu pabrik, tetapi dijual menggunakan merek perusahaan lain sesuai permintaan.
Artinya produk tersebut memang diproduksi khusus untuk brand tertentu, dengan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh brand tersebut.
Contoh dalam industri teknologi misalnya ada laptop Apple, dimana komponen-komponen dari laptop itu tidak semua diproduksi oleh Apple langsung sebagai perusahaan, tetapi dirakit/dibuat oleh pabrik pihak ketiga.
Dimana komponen-komponen itu, bisa saja dijadikan sebagai part suku cadang yang dijual ke konsumen dengan merek Apple, atau bisa juga untuk memasok kebutuhan produk laptop Apple itu sendiri.
Dan yang perlu digaris bawahi disini yaitu, desain dari produknya tetap dikembangkan oleh Apple, akan tetapi proses pembuatan komponen tersebut diserahkan kepada perusahaan lain.
Jadi ketika kita membeli produk OEM, yang kita lihat adalah mereknya. Namun proses produksi fisiknya bisa saja dilakukan oleh pihak lain (perusahaan lain sebagai brand partner).
Ciri produk OEM:
- Pabrik hanya bertugas memproduksi komponen saja.
- Spesifikasi mengikuti permintaan brand, dan bahkan brand seringkali mendesain sendiri produknya.
- Biasanya komponen/produk yang dipesan brand tidak bisa dijual bebas tanpa merek, tetapi harus selalu menggunakan merek brand pemesan.
Jadi produk OEM produknya eksklusif hanya dibuat untuk brand pemesan saja, dengan proses produksinya dilakukan oleh pabrik pihak ketiga.
Apa itu Produk ODM?
Istilah ODM merupakan singkatan dari Original Design Manufacturer. Produk ODM adalah produk yang desain dan konsepnya sudah dibuat oleh suatu pabrik.
Jadi secara sederhana, suatu pabrik yang bisa membuat produk sekaligus mendesain produk tersebut. Nah produk yang sudah dibuat oleh pabrik ini, kemudian akan ditawarkan ke berbagai brand lain untuk dijual dengan merek mereka masing-masing.
Hal ini tentu berbeda dengan OEM, dimana pabrik hanya bertugas untuk membuat produknya saja, sementara desain tetap dibuat atau disesuaikan berdasarkan permintaan dari brand pemesan.
Sehingga tidak heran, jika suatu produk ODM bisa jadi saja sangat mirip dengan merek lain karena sumber desainnya memang dari satu pabrik yang sama.
Contoh di dunia teknologi misalnya saja seperti produk Smartwatch dengan merek suatu brand, tetapi smartwatch tersebut memiliki bentuk dan fitur yang hampir identik dengan brand lain.
Hal ini bisa terjadi karena brand tersebut hanya membeli smartwatch yang sudah dibuat oleh pabrik, tanpa membuat desainnya sendiri.
Ciri produk ODM:
- Desain dasar sama di beberapa merek suatu varian produk.
- Biasanya lebih cepat masuk pasar.
- Perbedaan sering hanya pada logo dan kemasan.
Jadi produk ODM adalah produk yang bisa dibilang “siap pakai” karena sudah diproduksi oleh pabrik, lalu brand hanya tinggal memberi identitas sendiri.
Apa itu Produk OBM?
OBM merupakan singkatan dari Original Brand Manufacturer. Produk OBM adalah produk yang dirancang, dibuat, dan dijual dengan langsung dengan memakai identitas merek asli yang memang membangun citra produknya sendiri.
Pada produk OBM, brand memiliki kontrol penuh atas konsep, desain, fitur, hingga positioning pasar.
Contohnya dalam industri teknologi, seperti misalnya Samsung yang mendesain dan membuat chipset Exynos untuk keperluan smartphone buatannya sendiri, atau contoh lain seperti layar Super AMOLED yang merupakan trademark dari Samsung untuk panel layar yang dibuat dan didesain sendiri oleh brand tersebut.
Ciri produk OBM:
- Memiliki identitas desain khas.
- Fitur dan teknologi lebih eksklusif.
- Harga sering lebih tinggi karena nilai value serta originalitas dari suatu merek.
Produk OBM biasanya memiliki pembeda yang kuat dan jarang ditemukan versi yang benar-benar identik di merek yang lain.
Apa itu Produk Refurbished?
Berbeda dari tiga istilah sebelumnya yang berhubungan dengan produksi, maka istilah refurbished sebenarnya lebih erat berkaitan dengan kondisi dari suatu produk.
Produk refurbished sendiri adalah produk yang sebelumnya pernah digunakan, lalu dikembalikan, diperbaiki, diuji ulang, dan dijual kembali dalam kondisi yang "layak pakai".
Dalam industri teknologi, produk refurbished sangat umum ditemukan pada beberapa perangkat seperti laptop, smartphone, kamera, konsol game, dll.
Ciri produk refurbished:
- Harga lebih murah dari produk baru
- Bisa memiliki bekas pemakaian ringan
- Garansi biasanya terbatas
Biasanya produk ini dijual dengan harga lebih murah dibandingkan unit baru, tetapi sudah melalui proses pengecekan kualitas agar layak untuk dipakai kembali.
Perbedaan Utama Produk OEM ODM OBM dan Refurbished
Agar lebih jelas, berikut ringkasannya agar lebih mudah dipahami:
- Produk OEM → Produk yang dibuat untuk brand tertentu sesuai pesanan.
- Produk ODM → Produk desain jadi yang dire-branding oleh banyak merek/brand.
- Produk OBM → Produk dengan identitas yang didesain dan dibuat langsung oleh pemilik brand itu sendiri.
- Produk Refurbished → Produk bekas yang diperbaiki untuk kemudian dijual kembali.
Kesimpulan
Dengan mempelajari jenis produk dari barang OEM, ODM, OBM, dan refurbished tentu hal ini bisa membantu kita untuk lebih cerdas saat membeli perangkat teknologi, dan tidak terkecoh saat memilih barang.
Kalau kita menemukan dua produk yang sangat mirip tapi berbeda merk, maka bisa dipastikan jika barang tersebut merupakan produk ODM. Berbeda dengan barang OEM atau OBM yang biasanya lebih eksklusif karena hanya dimiliki oleh satu brand saja.


No comments