Home
Hewan
Pengetahuan
Mengenal Berbagai Jenis Lebah Penghasil Madu

Mengenal Berbagai Jenis Lebah Penghasil Madu

Sarang Lebah

Siapa sih yang tidak suka produk yang dihasilkan dari hewan satu ini?
Yaps madu, cairan manis alami yang tidak hanya enak, tapi juga kaya akan nutrisi dan punya segudang manfaat untuk kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh sampai membantu pemulihan energi.

Namun kita pernah kepikiran nggak sih kalau ternyata tidak semua lebah itu sama? Faktanya ada beberapa jenis lebah yang bisa menghasilkan madu, dengan karakteristik, produksi, dan tingkat kemudahan budidaya yang berbeda-beda.

Daripada kita penasaran, nah disini kita akan bahas satu per satu mengenai jenis lebah penghasil madu yang paling dikenal, termasuk juga lebah yang umum ditemukan di Indonesia.

Apa saja itu? Yuk langsung saja kita simak pada ulasan berikut ini.

Jenis-Jenis Lebah yang Menghasilkan Madu

Nah berikut ini ada beberapa jenis lebah penghasil madu yang bisa kita jumpai.

1. Apis cerana si Lebah Lokal Asia

Apis cerana merupakan salah satu jenis lebah madu yang paling akrab dengan lingkungan Asia, termasuk juga di Indonesia. Lebah satu ini sering disebut juga sebagai lebah gula dan sudah lama dikenal oleh peternak tradisional.

Meski ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan jenis impor, tapi Apis cerana ini tergolong cukup tangguh dan mampu beradaptasi dengan kondisi alam tropis.

Namun disisi lain, sifatnya yang cenderung agresif membuat lebah ini perlu penanganan ekstra.

Produksi madunya berkisar antara 6 hingga 12 kilogram per tahun per koloni, tergolong lebih rendah dibandingkan jenis lebah lain. Meski begitu, madu Apis cerana dikenal memiliki cita rasa yang khas dan cukup diminati pasar lokal.

2. Apis mellifera si Lebah Madu Internasional

Kalau kamu sering mendengar tentang budidaya lebah modern, kemungkinan besar yang dimaksud adalah spesies Apis mellifera. Lebah ini berasal dari kawasan Eropa seperti Italia, lalu menyebar ke berbagai negara termasuk Australia dan Selandia Baru.

Nah di Indonesia sendiri, Apis mellifera ini sudah cukup banyak dibudidayakan secara komersial.

Keunggulan utama lebah ini yaitu terletak pada produksinya yang cukup tinggi, bisa mencapai 30 hingga 60 kilogram madu per tahun per koloni.

Selain itu, ukurannya yang lebih besar dan sifatnya yang relatif jinak membuat Apis mellifera lebih mudah untuk dikelola, terutama untuk peternak skala menengah hingga besar.

3. Trigona sp si Lebah Tanpa Sengat

Berbeda dari dua jenis sebelumnya, Trigona sp atau yang sering juga disebut dengan lebah klanceng memiliki ciri khas yang cukup unik, yaitu tidak memiliki sengat.

Ukurannya juga tergolong sangat kecil, bahkan mirip lalat buah, dan biasanya bersarang di celah batang pohon atau lubang-lubang kecil.

Produksi madu Trigona memang sangat rendah, hanya sekitar 0,5 sampai 1 kilogram per tahun per koloni. Meski begitu, madu yang dihasilkannya sangat terkenal karena memiliki khasiat tinggi dan harga jual yang relatif mahal.

Sistem pertahanannya pun cukup unik, yaitu menggunakan zat perekat mirip lem untuk melindungi sarang dari para predator.

4. Apis dorsata si Lebah Hutan Raksasa

Apis dorsata dikenal sebagai lebah hutan atau lebah liar dengan ukuran tubuh paling besar di antara lebah penghasil madu lainnya.

Lebah jenis ini hidup di alam bebas dan banyak ditemukan di kawasan tropis Asia seperti Indonesia, Filipina, dan juga Jepang.

Produksi madu Apis dorsata sebenarnya sangat tinggi, yaitu bisa mencapai 50 hingga 70 kilogram per koloni. Sayangnya lebah ini tidak bisa dibudidayakan karena sifatnya yang liar dan kebiasaan hidupnya yang berpindah-pindah.

Itulah sebabnya madu hutan dari Apis dorsata biasanya diperoleh melalui perburuan, bukan peternakan.

5. Apis florea si Lebah Kecil Penghasil Madu

Selain empat jenis di atas, ada juga Apis florea yang sering disebut lebah kerdil. Ukurannya lebih kecil dibandingkan Apis cerana dan biasanya membangun sarang terbuka di ranting pohon atau semak-semak.

Produksi madunya tergolong sangat rendah dan lebah ini lebih juga sering ditemukan di alam liar.

jenis lebah madu

Di Indonesia, spesies Apis florea jarang dibudidayakan secara serius karena hasilnya tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Namun keberadaannya tetap penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk alami.

Jenis Lebah yang Bisa Dibudidayakan di Indonesia

Dari berbagai jenis lebah penghasil madu tersebut, tentu tidak semuanya cocok untuk dibudidayakan. Di Indonesia, jenis lebah yang paling umum dan realistis untuk diternakkan yaitu spesies Apis cerana, Apis mellifera, dan Trigona sp.

Apis cerana cocok untuk peternak kecil dan tradisional karena mudah beradaptasi dengan lingkungan lokal. Lalu untuk Apis mellifera lebih sesuai untuk budidaya skala besar karena produktivitasnya tinggi dan permintaan pasar yang stabil.

Sementara itu, Trigona sp menjadi pilihan menarik bagi peternak rumahan karena perawatannya yang relatif lebih mudah dan tidak berisiko untuk disengat.

Adapun Apis dorsata dan Apis florea lebih cocok dibiarkan hidup liar di alam, karena karakter dan kebiasaan hidupnya memang tidak mendukung sistem untuk dilakukan budidaya.

Apis cerana, Apis mellifera, Apis dorsata, dan Trigona sp.
Kiri: Apis mellifera, Apis cerana, Apis dorsata, dan Trigona sp.

Singkatnya setiap jenis lebah penghasil madu memang mempunyai keunikan dan keunggulan masing-masing yang tidak dimiliki dari spesies lainnya.

Jadi kalau kamu tertarik terjun ke dunia perlebahan dan ingin membudidayakannya, maka memilih jenis lebah yang tepat merupakan langkah awal yang cukup krusial karena hal ini akan berpengaruh pada tingkat produksi madu yang bisa dihasilkan nantinya.

No comments

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
close