Tidak sedikit pula yang baru menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna ketika menjalani tes kesehatan.
Buta warna memang bukan penyakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari secara umum. Banyak penderita buta warna yang tetap bisa hidup normal, bersekolah, hingga bekerja seperti orang lain.
Namun dalam kondisi tertentu, buta warna bisa menjadi kendala serius, terutama ketika menyangkut profesi yang sangat bergantung pada ketepatan membedakan warna.
Nah salah satu dampak yang cukup terasa bagi penderita buta warna parsial yaitu adanya batasan terhadap profesi atau pekerjaan tertentu. Ada bidang kerja yang memang mensyaratkan kemampuan penglihatan warna yang harus sempurna demi keselamatan dan ketepatan kerja.
Lalu kira-kira profesi apa saja yang biasanya tidak memperbolehkan seseorang dengan buta warna parsial? Yuk langsung saja kita simak pada pembahasan berikut.
Apa Itu Buta Warna Parsial
Buta warna parsial (BWP) pada dasarnya adalah kondisi gangguan penglihatan di mana seseorang kesulitan membedakan jenis warna-warna tertentu.
Lebih jauh, BWP merupakan kondisi ketika seseorang masih bisa melihat warna, tetapi mengalami kesulitan untuk membedakan gradasi warna, seperti merah dan hijau, atau biru dan kuning. Jenis ini merupakan yang paling sering ditemui.
Kondisi ini umumnya bisa disebabkan oleh kelainan pada sel kerucut di retina mata yang berfungsi menangkap warna.
Pada kehidupan sehari-hari, buta warna parsial mungkin tidak terlalu terasa. Namun dalam dunia kerja, terutama pada profesi tertentu, kemampuan membedakan warna tentu menjadi hal yang sangat krusial.
Dampak Buta Warna terhadap Pilihan Profesi
Salah satu kerugian dari penderita buta warna parsial yaitu adanya pembatasan profesi. Bukan tanpa alasan, melainkan karena beberapa jenis pekerjaan memang menuntut ketepatan visual yang tinggi, termasuk dalam membedakan warna sebagai indikator keselamatan, akurasi, maupun kualitas saat bekerja.
Jika penderita buta warna tetap memaksakan diri bekerja di bidang tersebut, maka resiko kesalahan bisa meningkat dan berdampak pada keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, beberapa profesi menetapkan syarat tidak boleh atau dilarang buta warna, baik itu parsial apalagi penderita buta warna total.
Daftar Profesi yang Tidak Memperbolehkan Buta Warna Parsial
Adapun berikut ini terdapat beberapa profesi yang umumnya melarang atau membatasi penderita buta warna parsial:
1. Pilot dan Awak Penerbangan
Profesi di bidang penerbangan sangat mengandalkan ketepatan penglihatan warna, seperti membaca indikator kokpit, lampu sinyal landasan, serta navigasi udara. Kesalahan dalam membedakan warna hal ini tentu dapat berakibat fatal, sehingga buta warna parsial biasanya sangat tidak diperbolehkan.
2. Masinis dan Petugas Perkeretaapian
Dalam dunia perkeretaapian, warna lampu sinyal menjadi penentu utama keselamatan saat perjalanan berlangsung. Masinis diharuskan selalu mampu untuk membedakan warna merah, kuning, dan hijau dengan jelas. Oleh sebab itu, buta warna parsial tentu akan menjadi salah satu syarat yang tidak bisa ditoleransi.
3. TNI dan Polri
Sebagian besar jalur penerimaan TNI dan Polri mensyaratkan penglihatan warna yang normal. Hal ini berkaitan dengan penggunaan alat, pembacaan peta, identifikasi objek, hingga operasi lapangan yang membutuhkan ketepatan secara visual.
4. Dokter dan Tenaga Medis Tertentu
Tidak semua bidang medis melarang buta warna, namun beberapa spesialisasi seperti patologi, radiologi tertentu, dan analis laboratorium membutuhkan kemampuan membedakan warna secara akurat, misalnya saat membaca hasil pemeriksaan atau reaksi kimia.
5. Teknisi Listrik dan Elektronika
Pekerjaan di bidang listrik sangat bergantung pada kode warna kabel. Kesalahan saat membaca warna pastinya bisa berpotensi untuk menyebabkan korsleting, kerusakan alat, bahkan kecelakaan kerja. Karena itu, profesi ini umumnya mensyaratkan penglihatan warna yang baik.
6. Pelaut dan Nahkoda
Dalam dunia pelayaran, warna lampu navigasi dan rambu laut juga memiliki arti yang sangat penting. Kesalahan interpretasi warna dapat membahayakan kapal beserta para awak di dalamnya, sehingga buta warna parsial menjadi pertimbangan yang sangat serius.
7. Desainer Grafis Cetak dan Quality Control Warna
Meskipun terdengar fleksibel, tapi faktanya beberapa bidang desain terkhusus yang berkaitan dengan percetakan dan quality control warna tetap membutuhkan persepsi warna yang akurat agar hasil sesuai standar. Meski perangkat yang dipakai sudah memiliki akurasi warna yang baik, namun jika operator BWP, maka hal itu tetap bisa menghasilkan ilustrasi desain yang berantakan.
Saran bagi Penderita Buta Warna Parsial
Bagi kita yang memiliki buta warna parsial, bukan berarti masa depan karier benar-benar tertutup dan tidak ada harapan sama sekali. Hal terpenting justru ada pada cara kita dalam mengenali kondisi diri sejak dini.
Melakukan tes buta warna dengan lebih awal, akan membantu kita dalam menentukan jalur pendidikan dan karier yang sesuai.
Pilihlah profesi yang tidak terlalu bergantung pada ketepatan warna, seperti bidang administrasi, teknologi informasi, penulisan, bisnis, pemasaran digital, atau bidang kreatif non-teknis lainnya.
Selain itu, manfaatkan juga teknologi pendukung yang kini semakin berkembang untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami batasan ini sejak awal, diharapkan kita bisa lebih bijak dalam merencanakan masa depan.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selama kita mau mengenali diri dan memilih jalan yang tepat, peluang sukses tetap terbuka lebar.


No comments