Alasan Mobil F1 Melakukan Manuver Zig-zag saat Safety Car


Dalam ajang balapan Formula 1, situasi di mana safety car keluar ke lintasan sering kali menjadi momen yang cukup menegangkan dan tak jarang malah menghadirkan drama yang justru ditunggu oleh banyak penonton saat balapan berlangsung.

Situasi safety car sendiri pada dasarnya digunakan untuk mengatur kembali balapan setelah insiden atau kondisi lintasan yang berbahaya, baik itu karena terjadinya crash atau bisa juga karena lintasan yang tidak steril.

Dimana selama periode safety car ini, mobil para pembalap diharuskan untuk mengurangi kecepatannya dengan tetap berada dibelakang mobil safety car.

Nah pada momen-momen tersebut mungkin kita sering melihat mobil F1 yang melaju secara beriringan sambil melakukan manuver zig-zag atau berbelok-belok ke kiri dan ke kanan secara agresif.

Bagi sebagian orang yang memang baru melihatnya, hal tersebut mungkin terlihat seperti tindakan yang aneh. Namun sebenarnya ada alasan teknis yang sangat penting di balik manuver zig-zag yang dilakukan oleh para pembalap F1.


Inilah Alasan Mengapa Saat Safety Car Mobil F1 Melakukan Belokan Zig-zag


1. Menjaga Suhu Ban

Salah satu alasan utama pembalap F1 melakukan manuver zig-zag saat berada di belakang safety car adalah untuk menjaga suhu ban. Ban balap F1 dirancang untuk bisa bekerja secara optimal pada suhu tertentu yang cukup tinggi, yaitu biasanya antara suhu 100-110 derajat Celsius.


Ketika mobil melaju lambat di belakang safety car, bagian ban biasanya akan lebih mudah kehilangan suhu dengan cepat karena kurangnya gesekan dan juga tekanan.

Nah dengan melakukan belokan zig-zag, pembalap akan menciptakan gesekan tambahan dan membantu menjaga suhu ban mobil untuk tetap dalam rentang suhu yang optimal.

Sehingga saat fase balapan akan dimulai kembali, ban sudah memiliki cengkraman yang cukup untuk digunakan berakselerasi dan menikung dengan aman.


2. Mencegah Penumpukan Karet Ban (Graining)

Selain menjaga suhu, manuver zig-zag juga membantu membersihkan permukaan ban dari penumpukan karet dan puing-puing kecil yang bisa menempel akibat terjadinya graining.

Graining biasa terjadi ketika suhu pada rangka ban masih dingin sementara permukaannya panas, dan dengan kelenturan yang dihasilkan pada ban menyebabkan karet menjadi terkelupas dan menempel pada permukaan ban.

Ban yang kotor itu bisa berakibat pada kurangnya daya cengkraman dan membuat mobil kehilangan traksi, sehingga mobil lebih sulit untuk dikendalikan saat balapan dimulai kembali.

Nah dengan melakukan gerakan dari sisi ke sisi (zig-zag), diharapkan pembalap bisa menyingkirkan puing-puing ini, dan memastikan permukaan ban tetap bersih dan siap untuk mulai balapan setelah periode safety car selesai.


3. Menghangatkan Sistem Pengereman

Suhu optimal tidak hanya penting untuk ban, tetapi juga berguna untuk sistem pengereman roda.

Sistem pengereman F1 bekerja paling efektif pada suhu yang cukup tinggi. Dimana ketika mobil melaju lambat di belakang safety car, rem otomatis akan ikut menjadi dingin.

Dengan melakukan manuver zig-zag, pembalap dapat menekan pedal rem secara berkala, meningkatkan suhu rem sehingga siap digunakan dengan maksimal saat balapan dilanjutkan.


4. Mempertahankan Performa Aerodinamika

Mobil F1 sangat bergantung pada aerodinamika untuk performa yang optimal. Ketika melaju di belakang safety car, aliran udara di sekitar mobil akan berubah drastis, yang dapat mempengaruhi kinerja aerodinamika.

Manuver zig-zag membantu menjaga aliran udara yang lebih stabil di sekitar mobil meskipun dalam skala kecil dan bisa juga membantu mobil tetap stabil untuk melanjutkan balapan dengan performa optimal.


5. Menguji Traksi dan Kondisi Sirkuit

Melakukan manuver zig-zag juga memberi pembalap kesempatan untuk menguji traksi ban dan memeriksa kondisi lintasan.

Ha ini cukup penting karena saat mobil safety car masuk trek, maka para pembalap perlu mengetahui sejauh mana daya cengkram ban masih berfungsi, sekaligus juga memastikan kondisi lintasan agar para pembalap dapat menyesuaikan gaya balap mereka dengan cepat dan tepat.


Kesimpulan

Manuver zig-zag yang dilakukan pembalap F1 pada saat momen safety car berjalan bukanlah tindakan yang dilakukan sembarangan. Pada dasarnya ini merupakan salah satu bagian dari strategi penting untuk menjaga suhu ban dan juga rem mobil tetap stabil.

Selain itu, dengan melakukan manuver zig-zag, hal ini juga bisa berguna untuk membantu membersihkan permukaan ban akibat graining, serta memeriksa kondisi lintasan dan aerodinamika mobil apakah masih baik atau tidak.

Semua ini semata-mata bertujuan untuk memastikan bahwa saat balapan akan dilanjutkan kembali setelah periode safety car berakhir, mobil masih berada dalam kondisi yang baik dan tidak membahayakan para pembalapnya.

Sehingga meskipun terlihat sangat sederhana, namun manuver zig-zag ini bisa dibilang merupakan bagian yang sangat penting karena termasuk kedalam strategi balap untuk membuat mobil dapat terus berada dalam performa yang maksimal.

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. No Spam !

Previous Post Next Post
close