Penyebab Kue Bantat dan Cara Mengatasi agar Tidak Bantat

adonan kue

Pernahkah kita saat membuat kue maupun roti namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan?

Nah dari sekian hal yang tidak terduga itu, adapun salah satu yang mungkin sering dialami, yaitu kondisi dimana olahan kue hasilnya berubah menjadi bantat.

Secara sederhana bantat atau bantet sendiri pada dasarnya merupakan kondisi pada saat membuat kue maupun roti, dimana setelah dipanggang hasilnya akan memiliki tekstur yang cenderung keras, padat, dan juga tidak lembut.

Saat dimakan, kue yang bantat biasanya memiliki rasa yang tidak terlalu enak, seret karena agak sulit dikunyah, dan cenderung lebih kering.

Meski terbilang masih layak untuk dimakan, hanya saja kue yang bantat ini sebenarnya dapat mengurangi pengalaman kita dalam mengkonsumsi kue, karena kualitas yang memang sedikit menurun dan tidak sempurna bentuknya.

Apalagi jika disiapkan untuk dijual, maka tentu saja jenis kue ini bisa dibilang sangat tidak layak untuk ditaruh di etalase toko kita.

Lalu mengapa sebuah kue bisa berubah menjadi bantet?

Nah sebenarnya ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kue bisa berubah menjadi bantat setelah diolah. Adapun beberapa alasan tersebut bisa kita simak pada penjelasan berikut ini.


Penyebab Kue / Roti Bisa Menjadi Bantat dan Tidak Mengembang


1. Penggunaan Ragi atau Baking Powder

Ragi dan baking powder sendiri memiliki fungsi yaitu sebagai pengembang pada roti / kue agar hasilnya bisa terlihat lebih berisi dan juga berongga. Kesalahan dalam pemberian ragi maupun baking powder ini, salah satunya bisa berdampak pada kue yang akan menjadi bantat.

Adapun ada dua hal kesalahan yang mungkin sering dilakukan. Pertama yaitu penggunaan ragi/baking powder yang terlalu sedikit, dimana hal ini jika dilakukan akan membuat roti tidak mengembang dengan sempurna.

Kesalahan yang kedua yaitu menggunakan ragi/baking powder yang telah mati atau kadaluwarsa. Selain kue tidak akan mengembang, penggunaan ragi kadaluwarsa dapat membuat tekstur menjadi lebih keras. Oleh karena itu, selalu lihatlah dan pastikan masa simpan dari ragi/baking powder sebelum kita menggunakannya, apakah masih layak atau tidak.


2. Penggunaan Gula dan Garam

Penggunaan perasa tambahan seperti gula maupun garam haruslah dilakukan sesuai dengan porsi takaran dari jenis kue yang dibuat. Terlalu banyak menambahkan gula maupun garam pada resep, tentu hal ini dapat merusak kue dan membuatnya menjadi lebih keras.

Sifat gula maupun garam pada makanan yaitu dapat menarik banyak air. Sehingga jika terlalu berlebihan, selain akan mengubah rasa juga hasil kue atau roti akan cenderung semakin kering karena kekurangan air yang terserap oleh gula dan juga garam tersebut.

Adapun takaran ideal dalam memasukkan perasa seperti gula dan garam, yaitu untuk gula disarankan tidak melebihi 10% dari berat tepung keseluruhan. Sementara untuk garam yaitu tidak melebihi kadar 2% dari berat tepung keseluruhan.


3. Proses Uleni atau Mixing yang Tidak Tepat

Proses mixing atau menguleni adonan merupakan salah satu hal yang bisa menentukan hasil akhir pada kue nantinya.

Jika proses ini dilakukan terlalu lama, maka bisa berpengaruh pada protein dan kandungan glute yang terlalu rapat, sehingga membuat bahan pengembang tidak bereaksi secara sempurna.

Namun juga sebaliknya, jika proses uleni atau mixing adonan ini dilakukan terlalu cepat, adonan tidak bisa mencapai tingkat kelenturan untuk bisa mengembang dengan sempurna.

Jadi selalu pastikan agar kita menguleni adonan kue dalam waktu yang tepat sesuai dengan jenis resep makanan yang sedang dibuat.

Selain itu, jangan juga menguleni adonan dengan cara yang terlalu kasar, karena hal tersebut mungkin bisa berpengaruh pada hasil kue maupun roti yang akan memiliki tekstur yang lebih keras.


4. Proses Resting dan Penyimpanan yang Tidak Benar

Setelah proses menguleni selesai, maka proses setelahnya yaitu melakukan penyimpanan atau proses resting agar adonan dapat mengembang sebelum dipanggang.

Pada tahap ini, kita harus menyimpan adonan di tempat yang sesuai, misalnya seperti wadah yang kedap udara atau bisa juta ditempatkan pada bungkus maupun tempat yang tertutup rapat untuk menjaga tingkat kelembaban dari adonan.

Selain itu, saat proses pendiaman ini berlangsung, kita harus melihat juga kondisi dari adonan apakah sudah mengembang dengan sempurna atau belum. Jika saat ditekan atau dicolek adonan masih memantul, itu artinya adonan belum siap untuk dipanggang.


5. Over Baking

Over baking bisa diartikan sebagai proses memanggang kue yang dilakukan terlalu lama atau bisa juga diartikan melakukan proses memanggang dengan suhu yang terlalu tinggi.

Jika hal tersebut dilakukan, maka bisa berpotensi pada kue yang menjadi bantat bahkan bisa juga tidak matang dengan sempurna. Dimana indikasinya yaitu akan terdapat bagian yang sudah terlalu kering dan gosong, namun disisi yang lain masih terdapat bagian yang masih belum matang.

Sehingga dalam hal ini, agar tidak terjadi over baking maka selalu periksa proses pemanggangan secara berkala dan jangan ditinggal kemanapun. Selain itu, selalu ikuti petunjuk mengenai penggunaan suhu dan berapa waktu yang disarankan dalam memanggang sesuai dengan resep kue atau roti yang dibuat.


Tips Membuat Kue atau Roti Agar tidak Menjadi Bantat

Nah selain dengan menghindari dari penyebab kue yang menjadi bantat seperti pada poin yang telah dibahas diatas sebelumnya.

Ada juga beberapa tips sederhana yang mungkin bisa kita aplikasikan pada saat membuat kue maupun roti agar hasilnya pun bisa matang dengan sempurna dan bisa terhindar dari bentuk kue atau roti yang bantat.


1. Penggunaan Bahan

Hal yang paling utama untuk menghindari dari terjadinya hasil kue yang bantat, yaitu dengan selalu menggunakan bahan yang proporsional, baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas bahan yang digunakan.

Terutama pada bahan utama pembuatan kue atau roti yaitu berupa tepung. Usahakan selalu gunakan tepung sesuai dengan peruntukannya. Jika ingin membuat roti, maka disarankan untuk menggunakan jenis tepung berprotein tinggi agar hasilnya bisa lebih padat dan mengenyangkan.

Sebaliknya jika ingin membuat olahan jenis kue, maka sangat disarankan untuk menggunakan jenis tepung berprotein rendah hingga sedang agar hasilnya bisa lebih lembut.


2. Selalu Melihat Resep

Salah satu faktor kenapa produk olahan kue atau roti sering bantat, penyebabnya bisa terjadi karena kita seringkali melakukan improvisasi bahan terlalu berlebihan dengan menambahkan bahan-bahan yang tidak ada dalam resep.

Jadi jika kita memang merasa awam atau bukan praktisi dibidang pembuatan kue, pastry, dan sejenisnya, maka lebih baik kita mengikuti resep yang sudah ada saja. Termasuk selalu mengikuti tahapan proses mengolahnya, dari mulai persiapan bahan hingga proses memasak atau memanggang.

Banyak resep makanan yang bisa kita tiru saat ini, baik itu dari buku resep masakan maupun resep yang bisa didapatkan di internet. Dimana dengan kita selalu mengikuti resep yang sudah ada, tentu hal ini bisa menghindari dari hasil yang tidak diharapkan seperti kue yang bantat.


3. Menggunakan Alat Timbang

Saat memasukkan bahan-bahan yang digunakan, maka agar takarannya lebih presisi dan juga pas, tentu sangat disarankan agar kita menggunakan alat timbangan khusus.

Misalnya saja alat yang bisa dipakai yaitu seperti timbangan digital untuk menimbang bahan berupa gula atau berbagai jenis tepung. Sementara untuk bahan yang lebih sedikit bisa menggunakan sendok pengukur khusus untuk bahan makanan.


4. Melakukan Tes Kematangan

Agar tidak terjadi over baking, maka kita bisa mengetes tingkat kematangan secara berkala. Adapun cara pengetesan yang paling mudah yaitu bisa dengan menggunakan metode tes tusuk gigi.

Jika pada saat tusuk gigi dimasukkan kedalam adonan yang sedang dipanggang, lalu saat ditarik hasilnya kue sudah terasa elastis dengan disertai tusuk gigi yang bersih dan tidak terlihat adanya adonan mentah yang masih menempel, itu artinya kue sudah matang serta siap untuk diangkat.


5. Penggunaan Telur

Jika kita menggunakan telur sebagai bahan dalam membuat kue atau roti, maka sangat dianjurkan agar kita menggunakan telur yang ada dalam kondisi suhu ruangan.

JSehingga jika kita memiliki telur yang ada di dalam kulkas, sebaiknya kita keluarkan terlebih dahulu di suhu ruangan normal sebelum dicampurkan pada adonan.

Sebab telur yang berada dalam kondisi dingin, seringkali akan membuat adonan kue atau roti menjadi tidak bisa mengembang dengan baik saat memasuki proses memanggang.


6. Ukuran Loyang

Loyang merupakan wadah dimana adonan akan ditempatkan untuk proses pematangan berlangsung.

Nah salah satu tips yang bisa dilakukan agar kue tidak bantat, yaitu dengan memakai loyang sesuai dengan kapasitas dari adonan yang digunakan. Selalu pastikan saja jika loyang untuk memanggang memiliki ukuran yang agak sedikit lebih besar dari pada jumlah volume adonan.

Jikapun loyang yang tersedia memang terlalu kecil, maka bisa diakali dengan cara mengurangi kuantitas adonan agar tidak terlalu memenuhi loyang. Prinsipnya, semakin besar loyang yang dipakai dibandingkan dengan volume adonan, maka kemungkinan kue atau roti akan menjadi bantat bisa semakin dihindari.


Nah itulah tadi sedikit penjelasan mengenai alasan mengapa kue atau roti bisa mengalami kondisi bantat dan juga solusi untuk menghindari agar kue tidak bantat lagi.

Dengan membaca tips ini dan menerapkannya pada saat kita membuat kue, diharapkan hasil yang didapat saat membuatnya bisa lebih baik dan juga memiliki tekstur, bentuk, serta rasa yang lezat.

Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat, dan akhir kata sampai berjumpa kembali di artikel lain berikutnya. Terima kasih

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. No Spam !

Previous Post Next Post

Contact Form

close