20 Istilah di Dunia Masak yang Harus Diketahui (Plating, Dish, dll)


Sebagai orang yang awam dalam dunia kitchen, pernahkah kita merasa bingung sendiri atau bahkan sering menemukan istilah asing yang tidak familiar saat melihat tutorial dalam memasak?

Misalnya saja seperti kata dish, plating, garnish, dll. Dimana kata-kata tersebut mungkin sesekali pernah kita dengar, namun seringkali kita belum tahu mengenai arti sebenarnya dari kata-kata tersebut.

Bagi kita yang hanya sekedar menyukai masak-memasak secara amatir, terkadang kitapun menjadi penasaran sendiri dan ingin mengetahuinya.

Oleh karena itu, untuk semakin memperkaya perbendaharaan kata di dunia permasakan ini, maka tidak ada salahnya jika kita mulai mempelajari dan mencari tahu arti dari istilah-istilah umum yang mungkin akan sering kita dengar saat melihat tutorial memasak.

Adapun beberapa istilah umum yang dimaksud tersebut dapat kita lihat pada penjelasan di bawah ini.

   

Beberapa Istilah dalam Dunia Kitchen yang Wajib Diketahui

1. Appetizer, adalah jenis hidangan ringan yang disajikan pada awal sebelum menyantap hidangan utama, dengan tujuan agar bisa merangsang selera makan. Appetizer biasanya dibuat dalam porsi yang kecil agar tidak mengenyangkan dan membuat enek saat akan melahap hidangan utama.

2. Baste, adalah proses menyiram makanan dengan cairan seperti saus atau lemak cair maupun larutan bumbu lainnya, saat proses memasak sedang dilakukan. Tujuan dari baste yaitu berguna untuk menjaga tingkat kelembapan dan untuk lebih membuat bumbu masakan dapat lebih menyerap ke makanan yang sedang diolah.

3. Blanching, merupakan bagian dari metode memasak secara singkat, yaitu dengan merebus bahan makanan kedalam air yang mendidih sebentar saja untuk kemudian akan langsung didinginkan kembali umumnya dengan menggunakan air es.

Proses blanching  dilakukan guna melembutkan bahan makanan namun dengan tetap berusaha mempertahankan warna alami dari bahan tersebut. Contoh dari metode blanching ini, yaitu seperti tomat yang di blanching untuk memudahkan proses pengupasan bagian kulitnya.

Bisa juga beberapa jenis sayuran seperti wortel, kacang polong, dan brokoli yang di-blanching sebelum dibekukan, agar tekstur, warna, dan nutrisi dari sayur tersebut dapat tetap utuh.

4. Caramelization, yaitu proses memanaskan gula di dalam sebuah hidangan hingga berubah menjadi warna kecokelatan untuk memberikan aroma wangi yang khas dan rasa manis smooky yang lezat.

5. Deglaze, Proses memasukkan cairan seperti kaldu, wine, maupun jenis cairan lain kedalam wajan yang panas dengan tujuan untuk melarutkan gumpalan dari sisa-sisa makanan yang melekat setelah melakukan proses menggoreng.

6. Deep Fry, yaitu proses memasak yang dilakukan dengan merendam seluruh bagian makanan dalam minyak yang penuh dan panas, sehingga menghasilkan tingkat kematangan yang baik, yaitu sensasi crispy dibagian luar sementara pada bagian dalam dapat tetap matang secara sempurna.

7. Dessert, adalah hidangan penutup yang disajikan dibagian akhir sebagai makanan penutup mulut setelah sajian utama selesai dihabiskan. Secara umum dessert disajikan dalam bentuk camilan dengan rasa yang cenderung manis. Misalnya saja seperti aneka jenis kue, es krim, pudding, dan jenis makanan manis lainnya.

8. Dish, merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada jenis hidangan tertentu baik itu berupa hidangan utama, hidangan pembuka maupun hidangan penutup.

9. Flambe, adalah proses menyulut makanan agar terbakar, biasanya dilakukan dengan menggunakan minuman beralkohol untuk menciptakan efek visual sebagai bagian dari entertain sekaligus untuk mendapatkan rasa dan aroma yang lebih khas.

10. Garnish, merupakan hiasan atau bisa juga berupa dekorasi yang ditaruh pada bagian atas suatu hidangan, bertujuan untuk menambah warna, rasa, maupun untuk mendapatkan tampilan yang lebih menarik serta menggugah selera.

11. Grill, adalah jenis metode memasak yang dilakukan dengan cara dipanggang diatas permukaan suhu panas secara langsung. Jika pada roasted proses pemanggangan akan menggunakan oven, maka pada grill makanan akan dipanggang langsung diatas panas bara api. Contohnya yaitu seperti hidangan berupa sate, steak, maupun ikan bakar.

12. Marinate, yaitu proses merendam bahan makanan kedalam larutan khusus seperti campuran bumbu tertentu selama beberapa waktu agar makanan menjadi kaya rasa dan juga menghasilkan tekstur yang lebih lembut setelah dimasak.

13. Mashed, yaitu metode yang dilakukan dalam menghaluskan bahan makanan dengan cara dihancurkan hingga benar-benar halus dan lembut. Bahan yang sering digunakan untuk mashed yaitu seperti ubi dan juga kentang.

Misalnya mashed potato yaitu kentang tumbuk yang melalui proses perebusan terlebih dahulu baru kemudian ditumbuk dengan ditambahkan susu, mentega, serta bahan pelengkap lainnya.

14. Pan Seared, adalah teknik memasak makanan dalam wajan menggunakan minyak yang sedikit serta suhu panas yang tinggi, agar menghasilkan lapisan kerak renyah pada bagian permukaan makanan tersebut. Sementara pada bagian dalamnya masih memiliki tekstur yang cenderung  lembut.

15. Pastry, merupakan sebuah istilah yang berhubungan dengan berbagai macam olahan dari adonan tepung yang digunakan untuk membuat makanan seperti roti, kue, tart, dan sejenisnya. Adonan utama dari pastry umumnya berupa jenis tepung, ditambah margarin atau mentega, dan juga air.

16. Plating, pada dasarnya merupakan proses dalam menata dan menyusun hidangan makanan sedemikian rupa diatas sebuah piring. Adapun tujuan ditata, yaitu agar bisa menciptakan tampilan visual dari sebuah hidangan menjadi lebih menarik serta menggugah selera orang yang akan memakannya.

17. Poach, adalah proses memasak makanan di dalam air mendidih dengan api rendah sehingga air tidak terlalu bergolak. Contohnya seperti saat merebus poached egg yang bertujuan agar bisa menghasilkan bentuk telur yang bulat dan lebih cantik.

18. Roasted, adalah salah satu dari metode memasak dengan menaruh bahan makanan ke suhu panas kering dengan cara dipanggang seperti dalam oven untuk menghasilkan tingkat kematangan yang lembut dan matang menyeluruh.

19. Simmer, adalah proses memasak dengan menggunakan suhu rendah dengan api kecil, biasanya dilakukan pada makanan yang direbus seperti saat membuat sup, saus, maupun kuah kaldu agar masakan tersebut dapat matang dengan merata dan tidak merusak tekstur dari bahan makanan yang ada.

20. Sous Vide, adalah salah satu metode dalam merebus masakan yang dilakukan dengan cara memasukkan jenis makanan kedalam kantong plastik khusus yang tahan panas. Prose perebusan dilakukan dengan suhu air yang relatif stabil serta dalam jangka waktu yang cukup lama.

Contohnya seperti daging sapi yang dimasak dengan teknik sous-vide untuk mendapatkan tingkat kematangan yang diinginkan dan tetap memiliki nutrisi serta rasa yang lebih lezat.


Nah demikianlah postingan kali ini tentang beberapa istilah umum dalam dunia memasak yang sering didengar dan bayak dijumpai.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, dan akhir kata sampai berjumpa kembali di artikel lain berikutnya. Terima kasih

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini. Bagi pengunjung silahkan tinggalkan komentar, kritik maupun saran dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan. No Spam !

Previous Post Next Post

Contact Form

close